Senin, 30 Maret 2020

Waspada Covid 19 pada Anak

Di awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan munculnya virus baru virus corona. Saat ini virus ini sudah menjadi pandemi di dunia termasuk di Indonesia.
Meski kasus infeksi virus Corona pada anak relatif jarang terjadi, orang tua tetap harus mewaspadainya. Penting bagi orang tua untuk mengenali langkah pencegahan dan apa saja gejala yang bisa menandakan anak terinfeksi virus Corona.
Infeksi virus Corona, atau yang dikenal juga dengan sebutan COVID-19, merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Penderita COVID-19 sejauh ini kebanyakan adalah orang dewasa. Namun, kasus pada anak-anak juga telah dilaporkan, termasuk pada balita.

Kenali Gejala Infeksi Virus Corona pada Anak
Hingga saat ini masih belum ditemukan gejala spesifik yang bisa menjadi penanda infeksi virus Corona pada anak. Pasalnya, gejala COVID-19 pada anak cenderung ringan seperti pilek biasa, atau bahkan bisa tanpa gejala. Gejala infeksi virus Corona yang bisa muncul pada anak meliputi:
  • Demam
  • Pilek
  • Batuk-batuk
  • Sesak napas
Selain itu, gejala gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare, juga bisa terjadi meskipun sangat jarang. Walaupun umumnya ringan, gejala pada anak-anak juga bisa berkembang menjadi syok sepsis dan acute respiratory distress syndrome atau gagal napas akut yang sangat berbahaya.
Bila Anda mencurigai Si Kecil memiliki gejala atau baru saja mengajak buah hati bepergian ke tempat yang telah terjangkit virus covid 19 segera untuk menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.

Cara Mencegah Infeksi Virus Corona pada Anak

Virus Corona (SARS-CoV-2) telah menyerang ratusan ribu orang di berbagai negara dan memakan puluhan ribu korban jiwa. Sampai saat artikel ini diterbitkan telah terkonfirmasi ada 514 warga negara Indonesia yang positif terjangkit COVID-19.
Berikut ini adalah cara pencegahan infeksi virus Corona atau COVID-19 yang bisa diterapkan orang tua pada anak:

1. Ajari anak mencuci tangan dengan benar

Ajarkan Si Kecil untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan ia membasuh seluruh bagian tangan, termasuk punggung tangan, sela-sela jari, dan ujung kuku.
Biasakan anak untuk mencuci tangannya secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh hewan, serta setelah batuk atau bersin.
Anda juga bisa menyediakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% di dalam tas sekolahnya untuk digunakan bila tidak ada air dan sabun saat perlu mencuci tangan.

2. Biasakan anak menggunakan masker

Penggunaan masker juga dapat mencegah penularan virus Corona pada anak, meskipun tidak seefektif penggunaan masker pada orang yang sakit untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.
Pilihlah masker yang ukurannya pas untuk anak-anak dan anjurkan Si Kecil memakai masker bila berada di dekat orang yang sedang sakit. Jangan lupa untuk mengajarinya cara memakai masker yang benar dan ingatkan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh masker.

3. Berikan anak makanan bergizi

Asupan gizi yang kaya akan sayuran dan buah-buahan tinggi beta karoten, seperti wortel dan jeruk, diketahui dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh anak untuk melawan infeksi, termasuk infeksi virus Corona.
Guna membangun daya tahan tubuh yang kuat untuk mencegah infeksi virus Corona pada anak, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Selain itu, pastikan makanan yang diberikan kepada Si Kecil telah ditemasak hingga matang.

4. Ajak anak untuk rutin berolahraga

Tidak hanya menjaga kebugaran, berolahraga dapat memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, ajaklah Si Kecil untuk rutin berolahraga, minimal 30 menit sehari.
Pilih olahraga yang disukai Si Kecil. Olahraga apa pun dan di mana pun, asalkan dilakukan dengan rutin dan membuat tubuh Si Kecil aktif bergerak, dapat menjadi cara yang efektif untuk menjaga kesehatannya dan melindunginya dari infeksi virus Corona.
Selain dengan menerapkan cara-cara di atas, ingatkan juga Si Kecil untuk menutup mulut dengan tisu saat bersin atau batuk, serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.
Pencegahan infeksi virus Corona pada anak sebenarnya sama dengan cara pencegahan pada orang dewasa. Namun, perlindungan penyakit pada anak juga perlu ditambah dengan melengkapi imunisasinya. Walaupun belum ada vaksinasi khusus untuk virus Corona, pastikan Si Kecil mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap dan sesuai jadwal.
Jika Si Kecil menunjukkan gejala flu dan mengalami demam, sebaiknya biarkan ia beristirahat di rumah dan jangan membawanya ke sekolah. Segera bawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

UPTD Puskesmas Bulukerto sudah melakukan serangkaian upaya dalam mencegah penularan covid di 19 baik di dalam gedung maupun di lingkup lebih luas yaitu masyarakat Kecamatan Bulukerto.
Upaya yang sudah dilaksanakan UPTD Puskesmas Bulukerto antara lain:
1. Pemasangan media media promosi di berbagai tempat strategis.
2. Penyediaan tepat cuci tangan pakai sabun
3. Pengaturan jarak antar pasien
4. Penyuluhan kelompok pengunjung Puskesmas
5. Penyuluhan keliling di seluruh lingkup kerja Puskesmas dll

Disunting dari : www.alodokter.com

Kamis, 19 September 2019

Ke Salon Pahat (Kelas Calon Pengantin Sehat)

Para Calon Pengantin, ayo gabung di Ke Salon Pahat 
(Kelas Calon Pengantin Sehat)

Angka kematian ibu (AKI ) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah indikator utama dalam menentukan derajat kesehatan suatu masyarakat sehingga sudah menjadi kewajiban bersama melakukan upaya dalam mencegah AKI dan AKB. Berbagai upaya untuk mencegah kematian ibu dan bayi sudah dilakukan oleh UPTD Puskesmas Bulukerto diantaranya melaksanakan kelas ibu hamil, pelayanan ANC (antenatal care) terpadu, pembinaan posyandu balita, pelacakan dan pendampingan bumil risti dan balita risti dll.
Ke Salon Pahat (Kelas Calon Pengantin Sehat) merupakan program inovasi baru yang diadakan UPTD Puskesmas Bulukerto bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai upaya berkesinambungan dalam mencegah kematian maternal (ibu) dan kematian perinatal (bayi).
Tujuan utama diadakan Ke Salon Pahat ini adalah agar calon pengantin dapat melakukan persiapan kesehatan pernikahan yang lengkap dan dapat merencanakan kehamilan yang sehat serta persalinan yang aman.
Ke Salon Pahat ini dapat diikuti calon pengantin setiap hari Senin dan Kamis di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bulukerto. Jadi apabila hari Senin minggu pertama calon pengantin tidak bisa mengikuti bisa hadir pada hari Kamisnya apabila belum bisa lagi dapat mengikuti hari Senin atau Kamis berikutnya.
 Dokumentasi kegiatan pelaksanaan Ke Salon Pahat


Pelaksanaan Ke Salon Pahat lebih menarik dengan pemutaran video


Ke Salon Pahat juga dioptimalkan dengan adanya sharing kesehatan dipandu oleh dokter, bidan dan perawat.

Selasa, 03 September 2019

Pembinaan Posyandu Balita Sebagai Langkah Pencegahan Stunting

Pada tahun 2019 ini, Pemerintah Republik Indonesia fokus dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang bertujuan untuk menciptakan SDM yang unggul. Hal ini ditindak lanjuti dengan program dari Departemen Kesehatan yang fokus terhadap penanggulangan stunting pada balita.
Balita merupakan masa “golden age” atau masa keemasan sehingga sangat perlu sebuah program terintegrasi untuk menciptakan pola asah, asih dan asuh untuk balita termasuk didalamnya pola asuh balita dalam pencegahan stunting.
Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang dapat terjadi pada anak. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki perawakan pendek. Kabar baiknya, stunting bisa dicegah sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.
Stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, serta kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan.  Memenuhi kebutuhan nutrisi sejak hamil hingga anak berusia dua tahun (periode 1000 hari pertama kehidupan mulai dari ibu hamil sampai anak umur 2 tahun) merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting, tentunya sambil terus memantau pertumbuhannya.
Cara Mencegah Stunting pada 1000 kehidupan pertama :

1.  Cukupi kebutuhan zat besi, yodium, dan asam folat

Ibu hamil bisa mendapatkan ketiga nutrisi ini dengan mengonsumsi telur, kentang, brokoli, makanan laut, pepaya, dan alpukat. Selain itu, ibu hamil juga bisa mengonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.

2.  Hindari paparan asap rokok
Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau memiliki berat badan kurang.
3.  Rutin melakukan pemeriksaan kandungan
Pemeriksaan rutin selama hamil bermanfaat untuk memastikan nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil cukup dan mendeteksi jika ada komplikasi pada kehamilan. Semakin cepat diketahui, komplikasi kehamilan dapat semakin cepat diatasi.
4.  Berikan ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah memberikan air susu ibu saja dari umur 0-6 bulan tanpa diberi tambahan minuman dan makanan lainnya untuk memaksimalkan tumbuh kembangn bayi. Setelah berusia lebih dari 6 bulan, bayi dapat diberikan tambahan nutrisi berupa makanan pendamping ASI (MPASI).
5. Jangan lupa berikan anak imunisasi sebagai upaya perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi, terutama imunisasi dasar
6.  Jagalah kesehatan dan kebersihan lingkungan
Beragam faktor lingkungan seperti kebersihan lingkungan, pola pemberian makan, dan angka kejadian infeksi pada anak juga berperan terhadap risiko anak terkena stunting. Untuk itu, pastikan makanan yang diberikan pada Si Kecil telah dipersiapkan dengan baik, sehingga terjamin kebersihannya.
7.   Biasakan untuk CTPS (Cucu Tangan Pakai Sabun) setiap memulai aktifitas terutama yang berkaitan dengan mengasuh bayi.
Puskesmas Bulukerto melakukan beberapa program terkait dengan penanggulangan stunting terutama di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bulukerto. Program promosi kesehatan yang dilakukan antara lain ANC terpadu pada ibu hamil, pembinaan posyandu balita, promosi ASI Eksklusif, program pemberian imunisasi dasar lengkap, pelacakan balita stunting dll
Penyuluhan Stunting di Posyandu Ketonggo, Krandegan



Penyuluhan Pencegahan Stunting di Posyandu Ngroto Wetan, Kelurahan Bulukerto


 Penyuluhan Pencegahan Stunting di Posyandu Dukuh, Desa Ngaglik


  Penyuluhan Pencegahan Stunting di Posyandu Ceria, Desa Geneng



Minggu, 04 Agustus 2019

Upayakan Kesehatanmu dengan GERMAS! UPT Puskesmas Bulukerto


Seiring dengan perkembangan jaman telah terjadi pergeseran pola penyakit di masyarakat. Penyakit meluran dulu selalu menjadi 10 besar penyakit dan menjadi prioritas masalah, akan tetapi saat ini penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab kematian tertiggi seperti stroke, jantung, diabetes melitus dll.
Tingginya kasus PTM yang menjadi penyebab terbesar kematian juga disebabkan oleh perubahan pola hidup masyarakat. Perubahan pola hidup ini dapat kita lihat bersama dimana masyarakat cenderung kurang beraktifitas fisik, lebih banyak mengkonsumsi junk food (makanan instans), meningkatnya kebiasaan merokok dll. Oleh karena itu perlu suatu gerakan bersama yang didukung oleh semua lintas sektor dan dapat diikuti oleh semua masyakarat. Akhirnya Departemen Kesehatan membuat sebuah program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Germas di Bulukerto dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri
(dr. Adhi Dharma)



Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Tujuan utama germas adalah menjalani hidup yang lebih sehat. Gaya hidup sehat akan memberi banyak manfaat, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan hingga peningkatan produktivitas seseorang. 6 indikator Germas :
1.       Aktivitas Fisik Setiap Hari
2.       Buah dan Sayur (Konsumsi)
3.       Cek kesehatan Berkala
4.       Diberikan ASI Eksklusif
5.       Enyahkan Rokok dan Alkohol
6.       Fokus cegah stunting itu penting



GERMAS yang diadakan di Puskesmas Bulukerto bekerja sama dengan semua klinik swasta di lingkup Kecamatan Bulukerto dan melibatkan semua lintas sektor mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dinas pendidikan, KUA, Polsek, Koramil dll.



Dengan bekerjasama dengan semua klinik swasta dan melibatkan semua lintas sektor, gerakan ini diharapkan dapat diterapkan dan menjadi sebuah kebiasaan di semua lapisan masyarakat Kecamatan Bulukerto.

Waspada Covid 19 pada Anak

Di awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan munculnya virus baru virus corona. Saat ini virus ini sudah menjadi pandemi di dunia termasuk d...