Pada tahun 2019 ini, Pemerintah Republik Indonesia
fokus dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang bertujuan untuk
menciptakan SDM yang unggul. Hal ini ditindak lanjuti dengan program dari
Departemen Kesehatan yang fokus terhadap penanggulangan stunting pada balita.
Balita merupakan masa “golden age” atau masa keemasan
sehingga sangat perlu sebuah program terintegrasi untuk menciptakan pola asah,
asih dan asuh untuk balita termasuk didalamnya pola asuh balita dalam
pencegahan stunting.
Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang
yang dapat terjadi pada anak. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki perawakan
pendek. Kabar baiknya, stunting bisa dicegah sejak dini, bahkan sejak
masa kehamilan.
Stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, serta
kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan. Memenuhi kebutuhan nutrisi
sejak hamil hingga anak berusia dua tahun (periode 1000 hari pertama kehidupan
mulai dari ibu hamil sampai anak umur 2 tahun) merupakan salah satu cara yang
dapat dilakukan untuk mencegah stunting, tentunya sambil terus memantau
pertumbuhannya.
Cara Mencegah Stunting pada 1000 kehidupan pertama :
1. Cukupi kebutuhan zat besi, yodium, dan asam
folat
Ibu hamil bisa mendapatkan ketiga
nutrisi ini dengan mengonsumsi telur, kentang, brokoli, makanan laut, pepaya,
dan alpukat. Selain itu, ibu hamil juga bisa mengonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.
2. Hindari paparan asap rokok
Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi lahir
prematur atau memiliki berat badan kurang.
3. Rutin melakukan pemeriksaan kandungan
Pemeriksaan rutin selama hamil bermanfaat untuk
memastikan nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil cukup dan mendeteksi jika ada
komplikasi pada kehamilan. Semakin cepat diketahui, komplikasi kehamilan dapat
semakin cepat diatasi.
4. Berikan ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah memberikan air susu ibu saja dari
umur 0-6 bulan tanpa diberi tambahan minuman dan makanan lainnya untuk memaksimalkan
tumbuh kembangn bayi. Setelah berusia lebih dari 6 bulan, bayi dapat diberikan
tambahan nutrisi berupa makanan pendamping ASI (MPASI).
5. Jangan lupa berikan anak imunisasi sebagai upaya
perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi, terutama imunisasi dasar
6. Jagalah kesehatan dan kebersihan lingkungan
Beragam faktor lingkungan seperti kebersihan lingkungan,
pola pemberian makan, dan angka kejadian infeksi pada anak juga berperan
terhadap risiko anak terkena stunting. Untuk itu,
pastikan makanan yang diberikan pada Si Kecil telah dipersiapkan dengan baik,
sehingga terjamin kebersihannya.
7. Biasakan
untuk CTPS (Cucu Tangan Pakai Sabun) setiap memulai aktifitas terutama yang
berkaitan dengan mengasuh bayi.
Puskesmas
Bulukerto melakukan beberapa program terkait dengan penanggulangan stunting
terutama di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bulukerto. Program promosi kesehatan
yang dilakukan antara lain ANC terpadu pada ibu hamil, pembinaan posyandu
balita, promosi ASI Eksklusif, program pemberian imunisasi dasar lengkap,
pelacakan balita stunting dll
Penyuluhan Stunting di Posyandu Ketonggo, Krandegan
Penyuluhan Pencegahan Stunting di Posyandu Ngroto Wetan, Kelurahan Bulukerto
Penyuluhan Pencegahan Stunting di Posyandu Dukuh, Desa Ngaglik
Penyuluhan Pencegahan Stunting di Posyandu Ceria, Desa Geneng