Selasa, 03 September 2019

Pembinaan Posyandu Balita Sebagai Langkah Pencegahan Stunting

Pada tahun 2019 ini, Pemerintah Republik Indonesia fokus dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang bertujuan untuk menciptakan SDM yang unggul. Hal ini ditindak lanjuti dengan program dari Departemen Kesehatan yang fokus terhadap penanggulangan stunting pada balita.
Balita merupakan masa “golden age” atau masa keemasan sehingga sangat perlu sebuah program terintegrasi untuk menciptakan pola asah, asih dan asuh untuk balita termasuk didalamnya pola asuh balita dalam pencegahan stunting.
Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang dapat terjadi pada anak. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki perawakan pendek. Kabar baiknya, stunting bisa dicegah sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.
Stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, serta kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan.  Memenuhi kebutuhan nutrisi sejak hamil hingga anak berusia dua tahun (periode 1000 hari pertama kehidupan mulai dari ibu hamil sampai anak umur 2 tahun) merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting, tentunya sambil terus memantau pertumbuhannya.
Cara Mencegah Stunting pada 1000 kehidupan pertama :

1.  Cukupi kebutuhan zat besi, yodium, dan asam folat

Ibu hamil bisa mendapatkan ketiga nutrisi ini dengan mengonsumsi telur, kentang, brokoli, makanan laut, pepaya, dan alpukat. Selain itu, ibu hamil juga bisa mengonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.

2.  Hindari paparan asap rokok
Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau memiliki berat badan kurang.
3.  Rutin melakukan pemeriksaan kandungan
Pemeriksaan rutin selama hamil bermanfaat untuk memastikan nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil cukup dan mendeteksi jika ada komplikasi pada kehamilan. Semakin cepat diketahui, komplikasi kehamilan dapat semakin cepat diatasi.
4.  Berikan ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah memberikan air susu ibu saja dari umur 0-6 bulan tanpa diberi tambahan minuman dan makanan lainnya untuk memaksimalkan tumbuh kembangn bayi. Setelah berusia lebih dari 6 bulan, bayi dapat diberikan tambahan nutrisi berupa makanan pendamping ASI (MPASI).
5. Jangan lupa berikan anak imunisasi sebagai upaya perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi, terutama imunisasi dasar
6.  Jagalah kesehatan dan kebersihan lingkungan
Beragam faktor lingkungan seperti kebersihan lingkungan, pola pemberian makan, dan angka kejadian infeksi pada anak juga berperan terhadap risiko anak terkena stunting. Untuk itu, pastikan makanan yang diberikan pada Si Kecil telah dipersiapkan dengan baik, sehingga terjamin kebersihannya.
7.   Biasakan untuk CTPS (Cucu Tangan Pakai Sabun) setiap memulai aktifitas terutama yang berkaitan dengan mengasuh bayi.
Puskesmas Bulukerto melakukan beberapa program terkait dengan penanggulangan stunting terutama di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bulukerto. Program promosi kesehatan yang dilakukan antara lain ANC terpadu pada ibu hamil, pembinaan posyandu balita, promosi ASI Eksklusif, program pemberian imunisasi dasar lengkap, pelacakan balita stunting dll
Penyuluhan Stunting di Posyandu Ketonggo, Krandegan



Penyuluhan Pencegahan Stunting di Posyandu Ngroto Wetan, Kelurahan Bulukerto


 Penyuluhan Pencegahan Stunting di Posyandu Dukuh, Desa Ngaglik


  Penyuluhan Pencegahan Stunting di Posyandu Ceria, Desa Geneng



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Waspada Covid 19 pada Anak

Di awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan munculnya virus baru virus corona. Saat ini virus ini sudah menjadi pandemi di dunia termasuk d...